by

Budidaya Kambing Etawa

Budidaya kambing etawaKambing etawa merupakan salah satu ternak hasil persilangan kambing Jamnapari dari India dengan kambing ras lokal yang sangat laris di pasaran. Selain itu, peminat olahan daging kambing sangat besar. Tidak dapat dipungkiri bahwa peternakan kambing etawa menjadi bisnis yang paling menggiurkan untuk dicoba tahun ini.

Seakan resiko kerugian sangat minim, berikut beberapa keuntungan yang bisa didapatkan ketika para peternak memilih untuk beternak kambing etawa.

Budidaya kambing etawa

Budidaya kambing etawa

Meski merawat kambing etawa relatif mudah, bahkan untuk seorang pemula sekalipun, tetap ada beberapa pedoman dan aturan yang harus diikuti agar perkembangan kambing bisa maksimal. Lebih jelasnya adalah sebagai berikut:

1. Mempersiapkan kandang

Di Peternakan Kambing Etawa, kandang bisa dibuat di area yang jauh dari keramaian. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat di sekitar peternakan tidak merasa terganggu dengan setiap kegiatan peternakan kambing yang dilakukan. Jarak kandang dengan pemukiman terdekat minimal 10 meter.

Peternak dapat menggunakan kayu atau bambu sebagai bahan utama pembuatan kandang. Pastikan menggunakan konstruksi yang kokoh untuk meminimalkan risiko kandang runtuh. Material kayu atau bambu dikatakan lebih murah dan efektif dibandingkan beton semen dari segi biaya dan penggunaan.

Ukuran kandang Etawa dewasa yang ideal adalah 1,5 x 1,5 meter untuk setiap ekornya. Kandang harus berventilasi baik untuk memungkinkan udara bersirkulasi dengan bebas masuk dan keluar ruangan.

2. Pemilihan benih yang berkualitas

Keberhasilan beternak kambing etawa sangat dipengaruhi oleh kualitas bibit atau anakan kambing. Semakin baik kualitas benih, semakin baik hasilnya. Pada tahap ini, membeli bibit melalui peternak besar yang menjamin kualitas ternaknya bisa menjadi alternatif. Jika ingin memilih bibit sendiri, coba pelajari dulu silsilah keturunannya, baik untuk jenis kambing etawa jantan maupun betina, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.

Baca Juga  Apa Itu Digital Media Planner?

Biji etawa yang digunakan sebagai pejantan harus memiliki bentuk tubuh yang besar dengan kaki yang kuat dan tidak memiliki cacat fisik sedikitpun. Selain itu, Etawa jantan harus berusia lebih dari 1,5 tahun.

Adapun kambing etawa betina harus memiliki bentuk tubuh yang besar dan proporsional, bebas dari penyakit apapun, memiliki kaki yang lurus dan puting yang lengkap.

3. Memberi makan

Memberi makan kambing etawa sangat nyaman. Peternak dapat menawarkan makanan berupa rumput atau daun segar sebagai makanan utama. Juga tawarkan makanan tambahan yang kaya nutrisi seperti tepung ikan, kacang-kacangan dan vitamin.

Sebaiknya peternak mengeringkan pakannya selama kurang lebih 2 jam sebelum akhirnya memberikannya kepada ternak. Upaya ini diperlukan untuk menghindari risiko keracunan dan paparan bakteri patogen.

Jika memungkinkan, cobalah membuat makanan sendiri dengan campuran bahan-bahan berkualitas yang padat nutrisi seperti tepung kelapa dan dedak dengan perbandingan 1:3.

Makanan tambahan dapat diberikan secara rutin dua kali sehari, pagi dan sore. Selain itu, tambahkan juga mineral dengan menyajikan kambing etawa 1,5 liter air minum dan banyak garam beryodium.

Anda bisa menamahkan rumput untuk memberi makan, mesin pencacah rumput multifungsi bisa Anda gunakan untuk mencari rumput.

4. Masa pernikahan

Dalam 1 musim kawin, rata-rata kambing Etawa dapat melahirkan 1 sampai 3 ekor kambing, dengan kisaran 3 kelahiran dalam 2 tahun. Perkawinan etawa idealnya terjadi saat induk betina berumur 10 bulan, dengan ciri ekor terus bergoyang, nafsu makan menurun, dan alat kelamin membengkak. Secara umum masa kehamilan kambing etawa betina sekitar 5 bulan, dan setelah kambing etawa berhasil melahirkan, mereka membutuhkan waktu 2 bulan penuh untuk istirahat.

Selama waktu ini, peternak harus menjaga kandang dan induk betina serta makanannya tetap bersih. Agar kondisi indukan etawa pascamelahirkan tidak memburuk atau bahkan menjadi rentan terhadap penyakit berbahaya seperti cacingan dan kudis.

Baca Juga  Bisnis Kopi Bubuk Kemasan Serta Tips Menjalankan Usaha Kopi

5. Panen

Saat memasuki masa panen, peternak harus memisahkan kategori peternakan kambing. Apakah kambing yang digunakan sebagai kambing perah atau kambing daging?

Kisaran harga kambing etawa di pasaran cukup fluktuatif tergantung dari kualitas, musim dan bobot kambing etawa itu sendiri.

Biasanya, daging kambing sudah bisa dipasarkan saat berumur 8-12 bulan, dengan kisaran harga Rp 2 juta hingga Rp 4 juta. Sedangkan kambing etawa yang memenuhi syarat untuk dilombakan bisa ditawari saat berumur 1,5 tahun dengan harga Rp 4 juta, hanya Rp 6 juta.

Kini, beternak kambing etawa bukan lagi persoalan rumit yang sulit dipecahkan. Keuntungan besar hanya bisa diraih dalam waktu singkat dengan modal yang tidak terlalu besar dan sedikit usaha dalam perawatannya!

BACA JUGA: peluang usaha abon ayam

News Feed